LAPORAN MAGANG - PROSEDUR OPERASIONAL SDM DI KOPERASI TENAGA KERJA BONGKAR MUAT PT USAHA KARYA

Sabilal Alif, SA and Juli Prastyorini, JP (2025) LAPORAN MAGANG - PROSEDUR OPERASIONAL SDM DI KOPERASI TENAGA KERJA BONGKAR MUAT PT USAHA KARYA. Diploma thesis, STIA Manajemen dan Kepelabuhan Barunawati Surabaya.

[img] Text
laporan magang sabilal alif BARU tanggal 5 feb baru fix (1) - Sabilal Alif.pdf

Download (1MB)

Abstract

Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat PT Usaha Karya, sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang jasa tenaga kerja, perlu memastikan bahwa prosedur operasional yang diterapkan mencakup aspek keselamatan kerja. Dalam pekerjaan bongkar muat, yang seringkali melibatkan beban berat dan risiko kecelakaan tinggi, keselamatan dan kesehatan kerja menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, prosedur 3 yang mengatur pelatihan keselamatan kerja dan pengawasan di lapangan sangat diperlukan untuk menjaga standar keamanan (Kurniawati, 2017). Selain itu, penting bagi koperasi untuk menjaga kesejahteraan tenaga kerja melalui kebijakan yang transparan dan adil. Sistem yang baik dalam mengelola SDM akan mendorong anggota koperasi untuk lebih termotivasi dan produktif. Keberhasilan dalam memanage tenaga kerja tidak hanya dilihat dari sisi kinerja, namun juga dari bagaimana koperasi mampu memberikan fasilitas yang menunjang kesejahteraan anggotanya, baik dalam hal gaji, jaminan sosial, maupun penghargaan atas kinerja (Sujana, 2017). Prosedur operasional yang jelas juga berfungsi untuk memfasilitasi komunikasi yang efektif antara manajemen koperasi dan tenaga kerja. Dengan prosedur yang telah terstandarisasi, komunikasi antara pekerja dan pihak manajemen menjadi lebih terarah dan dapat mengurangi potensi terjadinya kesalahpahaman. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap kepuasan pelanggan dan keberhasilan operasional koperasi (Dessler, 2017). Selanjutnya, dengan adanya prosedur operasional yang baik, koperasi dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada, termasuk tenaga kerja. Prosedur yang sistematis akan memudahkan dalam penjadwalan dan pemantauan kinerja pekerja di lapangan, sehingga tenaga kerja dapat ditempatkan pada tugas yang sesuai dengan keahlian dan kapasitasnya. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mengurangi kemungkinan terjadinya pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan (Rachman, 2015). Dengan meningkatnya tuntutan pasar dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, koperasi harus dapat beradaptasi dengan cepat. Prosedur operasional yang dapat mengakomodasi perubahan dan kebutuhan pasar akan memungkinkan koperasi untuk tetap kompetitif dan relevan. Selain itu, prosedur yang fleksibel dapat membantu koperasi dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap kebijakan SDM, agar tetap sesuai dengan dinamika yang terjadi di lapangan (Yulianto, 2018).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HF Commerce
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Depositing User: Diyan Opka Vandisia
Date Deposited: 19 Mar 2025 08:25
Last Modified: 19 Mar 2025 08:25
URI: http://repositori.stiamak.ac.id/id/eprint/691

Actions (login required)

View Item View Item